Jumat, 09 Jan 2026
  • PENGUMUMAN SELEKSI PERPINDAHAN (MUTASI) MURID SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2025/2026
  • PENGUMUMAN SELEKSI PERPINDAHAN (MUTASI) MURID SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2025/2026

Pembelajaran Deep Learning dalam Kurikulum Merdeka: Strategi Mewujudkan Pendidikan Bermakna

Apa Itu Deep Learning dalam Kurikulum Merdeka?

Pembelajaran Deep Learning dalam Kurikulum Merdeka merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman mendalam, berpikir kritis, serta penerapan pengetahuan dalam kehidupan nyata. Deep Learning tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga pada proses belajar yang bermakna dan berkelanjutan.

Dalam Kurikulum Merdeka, peserta didik didorong untuk aktif mengeksplorasi pengetahuan, menganalisis permasalahan, dan menghasilkan solusi kreatif sesuai dengan potensi dan minatnya.

Peran Deep Learning dalam Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas kepada guru dan sekolah dalam merancang pembelajaran. Pendekatan Deep Learning menjadi sangat relevan karena:

  • Mendukung pembelajaran berpusat pada peserta didik

  • Mendorong pengembangan keterampilan abad ke-21

  • Selaras dengan penguatan Profil Pelajar Pancasila

  • Menumbuhkan kemandirian dan tanggung jawab belajar

Dengan pendekatan ini, pembelajaran tidak lagi sekadar mengejar ketuntasan materi, tetapi kualitas pemahaman siswa.

Ciri-Ciri Pembelajaran Deep Learning

Beberapa karakteristik utama pembelajaran Deep Learning di sekolah antara lain:

1. Berbasis Masalah Kontekstual

Peserta didik belajar melalui permasalahan nyata yang dekat dengan lingkungan sekitar, sehingga materi lebih mudah dipahami dan relevan.

2. Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS)

Siswa dilatih untuk menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta, bukan hanya menghafal.

3. Kolaboratif dan Aktif

Pembelajaran melibatkan diskusi kelompok, presentasi, dan kerja sama antarsiswa.

4. Reflektif dan Bermakna

Peserta didik diajak melakukan refleksi terhadap proses dan hasil belajar.

5. Terintegrasi

Materi pembelajaran dapat mengaitkan berbagai mata pelajaran atau lintas bidang.

Contoh Penerapan Deep Learning di Sekolah

Penerapan Deep Learning dalam Kurikulum Merdeka dapat dilakukan melalui berbagai model pembelajaran, seperti:

  • Project Based Learning (PjBL)

  • Problem Based Learning (PBL)

  • Pembelajaran Diferensiasi

  • Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)

Sebagai contoh, siswa dapat mengerjakan proyek riset sederhana, membuat produk kreatif, atau menyusun solusi atas permasalahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Manfaat Deep Learning bagi Peserta Didik

Penerapan pembelajaran Deep Learning memberikan banyak manfaat, di antaranya:

  • Meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif

  • Menumbuhkan kemandirian belajar

  • Meningkatkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi

  • Membentuk karakter sesuai Profil Pelajar Pancasila

  • Mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan

Peran Guru dan Sekolah dalam Pembelajaran Deep Learning

Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing peserta didik dalam proses belajar, sementara sekolah berperan menciptakan ekosistem pembelajaran yang mendukung inovasi, kolaborasi, dan refleksi.

Dengan dukungan manajemen sekolah, sarana prasarana, serta budaya belajar yang positif, pembelajaran Deep Learning dapat berjalan secara optimal.

Kesimpulan

Pembelajaran Deep Learning dalam Kurikulum Merdeka merupakan pendekatan strategis untuk mewujudkan pendidikan yang bermakna, relevan, dan berorientasi pada masa depan. Melalui pembelajaran mendalam, sekolah dapat mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.

Artikel Lainnya

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Archives